Sunday, January 6, 2008
My Big Goal In This Year
Sebuah Pengorbanan
Saya mau review dari apa yang sudah saya dapat ketika mentoring belum lama ini. Di penghujung tahun 2007 umat muslim melaksanakan apa yang disebut dengan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1428 H. Hari raya ini disebut juga dengan hari raya Qurban yaitu menyembelih hewan kurban seperti kambing, sapi dan kerbau kemudian hasilnya dibagikan kepada orang2 disekitar kita yang tidak mampu.
(sumber foto : wikipedia)Dari mentoring yang saya dapat, terdapat beberapa hikmah Idul Adha yang dapat dipetik sebagai pelajaran. Pertama, Seorang Ibrahim dan Ismail yang begitu taat kepada Allah SWT. Kedua, adanya pengorbanan. Nabi Ibrahim as rela mengorbankan anaknya untuk melaksanakan perintah dari Allah SWT, yang kemudian kisah ini diabadikan dalam Al-Quran. Begitu pula dengan kita, kita dituntut untuk dapat mengorbankan sesuatu untuk mencapai keridhoan Allah SWT semata.
Kemudian membahas juga masalah bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Bencana longsor dan banjir melanda Indonesia. Beberapa daerah yang “tidak terbiasa” mengalami banjir, belum lama ini terkena banjir. mmm…kami diajak untuk merenungkan kira-kira apa yang menyebabkan itu semua terjadi??. Kesimpulan kami bermuara pada sebuah kalimat bahwa “Telah terjadinya kerusakan alam”. Bagaimana itu bisa terjadi?Siapa yang melakukannya?lantas apa yang harus kita perbuat agar hal itu tidak terjadi lagi?. Bencana alam itu sendiri sebenarnya disebabkan oleh ulah tangan manusia sendiri. Dimana hutan-hutan ditebang dengan sembarangan yang pada akhirnya hutan itu tidak dapat berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Sehingga hujan deras dapat mengakibatkan longsor serta tidak adanya proses penyerapan, timbulah banjir. Trus, yang bisa kita lakukan apa yah?.
Menanam pohon. Mungkin itu yang perlu kita lakukan. Kenapa harus menanam pohon?. Pertama, untuk mengganti pohon yang sudah ditebang. Kedua, supaya kita bisa memetik buahnya. Kalo pun bukan kita yang memetik buahnya, mungkin generasi di bawah kita atau orang lain yang bisa menikmati buah itu. Ketiga, buahnya bisa dinikmati oleh mahluk lain misalnya burung. Jadi, yuuuuk kita menanam pohon!!
Saturday, January 5, 2008
Lelah
Tepatnya tanggal 3 januari 2008 hari kamis, jam 11.45 berangkat ke kampus karena jam 12.30 saya harus ujian akhir semester (UAS) mata kuliah Sistem Logistik, teman2 yang mengambil mata kuliah ini menyebutnya sislog. Mata kuliah ini membahas tentang konsep Supply Chain, Inventory, dan bla..bla..bla..banyak deh. Setelah makan siang dan solat, saya masuk ruangan, wah ternyata sudah banyak yang tidak sabar menunggu soal ujian. Saya duduk dekat dengan pintu masuk.
Sebelumnya saya sudah menduga jenis ujian yang akan diberikan adalah take home test, dugaan ini didasarkan pengalaman saya ketika UTS yang juga bersifat take home test. Dan ternyata "iya", soal UASnya take home. Didalam hati saya berkata "nampaknya malam ini adalah malam yang panjang buat saya"...kenapa bisa seperti itu karena ujian dikumpulkan keesokan harinya dan untuk mengerjakan soal tersebut membutuhkan waktu yang cukup banyak. Naaah...selain itu, esok harinya pun ada ujian mata kuliah yang lain, jam 7 pagi.
Sesampainya di kosan, saya tidak langsung mengerjakan soal ujian itu, tapi apa yang saya lakukan?mmmm...saya tidur, alasannya sih untuk persiapan bergadang nanti malam. oya, sorenya teman saya datang ke kosan saya untuk mengerjakan soal itu bersama, saya sangat senang sekali karena barangkali teman saya ini bisa diajak diskusi ketika saya mengalami kebingungan. Nampaknya benar, saya cukup banyak berdiskusi dengan dia.
Waktu terus berjalan hingga pukul 00.00 (wah sudah tanggal 4 nih), soal ujian itu baru dikerjakan kira-kira 40% saja, wah...masih cukup pajang rupanya. Saya hampir lupa kalo besok pagi ada ujian juga. Ya sudah akhirnya waktu menunjukkan pukul 03.00 saya memutuskan untuk tidur...wow saya bangun jam 6 pagi,..buru2 solat,..sikat gigi,..ganti baju,..tanpa mandi saya langsung berangkat ke kampus (iiih... belum mandi udah pergi aja ke kampus,..bau kali), ga masalah yang penting sudah pake minyak wangi yang banyak biar ga ktauan bau.
Akhirnya sampai lah saya dikampus..dan jreeeeeng..saat mengerjakan soal, saya merasakan bahwa saya tidak dapat berfikir dengan jernih...mmm...kenapa yah?padahal saya sudah mempersiapkannya alisa belajar dari jauh hari. Ya sudah akhirnya ujian pun selesai juga, mudah2an hasilnya bagus, yang penting sudah berusaha semaksimal mungkin, tawakal saja lah.
Eit..ternyata masih ada yang harus dikerjakan,..apa yah? oh iya..ujian sislog ku belum selesai, tapi perutku terasa lapar butuh asupan energi,..ya sudah,..sarapan pagi dulu lah,..makan sambil memikirkan sislog,..katanya sih ga baik kalo makan sambil mikir, tapi ga masalah kalo mikirnya yang berguna, bukan yang jorok2...hahaha..
Sislog berlanjut..oh ternyata harus solat jumat dulu..abis itu lanjut lagi,..wah saya lupa makan siang,.hingga waktu mulai menunjukkan jam 14.00..wah ujian harus dikumpulkan jam 16.00, tidak ada toleransi keterlambatan. Wah...saya jadi panik,..makin panik lagi pas jam 15.00,..kerjaan saya kira2 baru 80%,..ooohh..saya berfikir "kayanya ga bakal selesai deh"..ternyata yang panik bukan cuma saya, teman saya pun ikut panik..akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan untuk stop dan memulai untuk ngeprint hasil kerjaan saya. woooow...ternyata printernya ga jalan..tambah panik lagi..akhirnya saya lari ke warnet deket kosan yang ada tempat printernya..aaaargggh waktu sudah menujukkan pukul 15.50, saya dan teman saya memutuskan untuk pinjem motor, karena kalo naek angkot kayanya bakal terlambat banget,..akhirnya motor dapet, tanpa berfikir untuk memakai helm karena helmnya cuma ada satu,..ya sudah,..langsung cabut,..eh pas di motor saya nyeletuk "kalo ada polisi gimana nih, ga pake helm"...temen saya ngejawab dengan ringan dan dengan kepanikannya "mudah2an aja ga da polisi"..dan ternyata...jreeeeng ada polisi..aku langsung ngebut, sembunyi di samping mobil, dan akhirnya ga ktauan..ooooh thanks God..nyampe di kampus jam lewat jam 16.00..ya sudah terlambat, kerjaan saya belum di jilid pula, ya sudah akhirnya di jilid dulu deh biar terlihat rapi, tapi syukur lah masih diterima walopun pengumpulan kerjaannya terlambat..wow hari yang sangat melelahkan buat saya, mudah-mudahan hasilnya juga memuaskan...amiiiin. Akhirnya saya bisa tidur dengan nyenyak malam harinya...
Tuesday, January 1, 2008
Pesta Bujang
Mungkin setiap orang akan mempunyai persepsi yang berbeda ketika mendengar kata "pesta bujang"...wah nanti dulu, ini tidak seburuk dengan apa yang anda kira.."pesta bujang" ini adalah kelompok belajar saya yang terdiri dari beberapa orang, antara lain : saya sendiri, eko, wafa, adi, adie, galih..
Trus kenapa sih disebut "pesta bujang"? kenapa engga "kelompok belajar? ato apalah...ternyata, memang sebelum ujian, orang2 ini belajar bareng, naah...setelah ujian berlalu,..orang2 ini berkumpul lagi dan menonton DVD atau VCD yang sudah disewa oleh orang2 inih,..ya sudah semalam suntuk orang2 ini menonton film2 ituh...ga tanggung2, filmya horor...hahaha...
Kebiasaan ini ternyata berlanjut...dan mungkin sudah menjadi "budaya" orang2 tersebut...
Dasar pengangguran!!
Wednesday, May 16, 2007
Gerak Jalan Sehat
waduh, hari ini, hari kamis tepatnya tanggal 17 Mei 2007, saya ikutan gerak jalan sehat, yang diadain sama salah satu partai terbesar yang ada di Republik ini. Gerak jalannya mulai dari Gasibu, jalan Juanda, RE Martadinata, trus balik lagi ke Gasibu (depan gedung sate, udah pada tau kan yang namanya gedung sate??). Lumayan cape juga, sebab udah jarang olahraga, sekali dipake jalan jauh, udah pegel nih kaki, berat banget kayanya. Tapi asik koq, jalan bareng ama warga Bandung yang katanya waktu itu ada sekitar 35000 orang. Baru kali itu juga saya jalan kaki di tengah jalan kota Bandung (ternyata Bandung indah juga loh kalo ga banyak sampah yang numpuk, tampak asri). Suasananya udah kaya demo yang sering saya liat di TV. Banyak banget yang ikutan jalan, mulai dari bocah, remaja, bapa2, ibu2, aki2, nini2, semuanya tampak antusias sekali mengikuti gerak jalan itu. Ada yang membuat saya terharu ketika itu, kebanyakan orang yang ada disana memakai pakaian berwarna putih, sepanjang mata saya melihat ke depan, tampak seperti pasukan yang berbaris rapi, begitu juga barisan yang ada dibelakang saya (kayanya saya deh yang tinggi badannya paling ektrim, alias jangkung, hehehehe).
Waktu itu, saya ga bawa banyak duit, cuma bawa 7ribu di saku training saya. belum sempat sarapan, belum mandi juga, tapi udah sikat gigi koq, jadi ga bau2 amat, hehehehe. Uang yang ada dibelikan air minum dan sedikit makanan kecil yang hanya cukup untuk sekedar "mengganjal perut" yang sudah terasa lapar. waktu pun berlalu, setelah sampai keliling Bandung, sebagian besar peserta (didalamnya termasuk pastisipan partai) pandangannya menuju satu titik, yaitu panggung utama, ada apa gerangan? Ternyata, pada saat itu sedang di undi door prize. Woow, door prizenya ga tanggung2 man, heboh banget deh. Tapi kayanya saya bukan termasuk orang yang beruntung. Ga papalah, yang penting udah refreshing menghilangkan penat.
Tuesday, May 15, 2007
Kejujuran
Belum lama ini saya tertipu dengan seseorang yang berkunjung ke rumah saya. Orang tersebut menjajakan barang jualannya yaitu beberapa bungkus abate (serbuk untuk mencegah demam berdarah yang ditaburi pada kolam). Tanpa basa basi, dia langsung menyodorkan 20 bungkus abate tersebut kepada saya dan membujuk saya untuk membeli barang itu. sambil berbicara, penjual itu menyodorkan selembar kertas yang berisi tanda tangan seorang pejabat pemerintah dan sebuah cap, di sana terdapat keterangan harga dari abate itu. Saya tidak berfikir panjang dan kemudian membelinya, hanya sedikit basa basi pada penjual itu. Beberapa saat kemudian saya tersadar bahwa sebenarnya abate tersebut gratis untuk dibagikan pada warga oleh pemerintah. Ternyata ada saja oknum yang memanfaatkannya untuk dijadikan ajang komersialisasi. Ada apa dibalik itu semua?
Kita tahu bahwa hal di atas menunjukkan adanya perilaku yang menyimpang, yaitu perilaku tidak jujur. seharusnya dibagikan secara gratis, eh malah dijual. Kalo ditelaah lebih jauh lagi, kenapa bisa seperti itu?, siapa yang salah?, bagaimana untuk bisa mengurangi hal seperti itu lagi?...kalo yang saya amati, untuk penanggulangan demam berdarah, pemerintah telah berinisiatif untuk membagikan serbuk abate untuk warga. Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah memerintahkan orang yang ingin membagikannya (saya yakin ada support financial untuk orang tersebut sebagai bentuk penghargaan), dan menurut saya orang itu adalah orang yang jujur karena dia melaksanakan apa yang harus dilaksanakannya, yaitu membagikan serbuk abate. Yang perlu di pelajari adalah bahwa dia memegang selembar kertas yang dilaminasi, di dalamnya ada tanda tangan dan cap, di dalamnya pula ada kop surat yang menunjukkan suatu lembaga pemerintahan. Isi dari surat itu adalah bahwa warga diharuskan membeli abate dengan harga yang ditetapkan pada lembaran itu. Pertanyaannya adalah, apakah selembar kertas tersebut asli atau hanya rekayasa orang tersebut? Jika rekayasa, maka orang itu sudah bertindak tidak jujur dan tidak patuh pada pemerintah, dan orang itu telah melanggar. Jika melanggar, apa yang melatarbelakangi dia untuk berbuat pelanggaran? mungkin saja upah yang diberikan sangat minim, sehingga dia berfikir bahwa apa yang dilakukannya tidak sebanding dengan apa yang didapatkan nya dalam bentuk materi. dan dia bertindak bagaimana abate tersebut dapat menghasilkan uang, tentu dengan menjualnya (tidak hanya sekedar membagikannya). Jika memang lembaran itu asli, maka dapat dikatakan bahwa terdapat oknum "orang dalam" yang memanfaatkan program pembagian abate untuk menghasilkan uang.
Kita tidak tahu siapa yang salah, mungkin saja orang yang mengedarkan abate itu tahu kalau sebenarnya abate itu gratis, mungkin dia ingin "berontak" (brusaha untuk jujur) dan mengatakan kepada lembaga pemerintah tersebut, bahwa apa yang dilakukan oleh lembaga pemerintah itu adalah salah, tapi ternyata ga bisa. Atau memang mental orang itu yang dipikirannya "menghalalkan" segala untuk mendapatkan uang. Jika itu yang terjadi, ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membangun budaya masyarakat yang jujur dan bertanggung jawab.
"jangan berbohong lagi, itu sangat menyakitkan bagi orang banyak, dan ada pertanggungjawabannya kelak"

